Kamis, 27 Agustus 2015

TUGAS 3 KIMIA ORGANIK

Asam lemak (bahasa Inggris: fatty acid) adalah senyawa alifatik dengan gugus karboksil. Bersama-sama dengan gliserol, asam lemak merupakan penyusun utama minyak nabati atau lemak dan merupakan bahan baku untuk semua lipid pada makhluk hidup. Asam ini mudah dijumpai dalam minyak masak (goreng), margarin, atau lemak hewan dan menentukan nilai gizinya. Secara alami, asam lemak bisa berbentuk bebas (sebagai lemak yang terhidrolisis) maupun terikat sebagai gliserida.
Asam lemak tidak lain adalah asam alkanoat atau asam karboksilat dengan rumus kimia R-COOH or R-CO2H.Karena berguna dalam mengenal ciri-cirinya, asam lemak dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh hanya memiliki ikatan tunggal di antara atom-atom karbon penyusunnya, sementara asam lemak tak jenuh memiliki paling sedikit satu ikatan ganda di antara atom-atom karbon penyusunnya.

Kandungan asam lemak dalam minyak wijen

 

Wijen (Sesamum indicum L) merupakan salah satu ko-
moditas sumber minyak nabati. Minyak dari biji wijen telah
digunakan sebagai minyak makan, seasoning, atau salad oil.
Minyak wijen mengandung banyak asam lemak tak jenuh,
terutama asam oleat (C18:1) dan asam linoleat (C18 :2 , Ome-
ga-6).


Minyak wijen juga mengandung banyak vitamin E dan
komponen fungsional lainnya yang berguna bagi kesehatan.
Ada tiga macam proses pengolahan minyak wijen, yaitu
dengan pengepresan dingin, pengepresan panas, dan penyang-
raian biji wijen (Handajani dkk., 2006). Perlakuan panas se-
lama proses pengolahan minyak wijen akan mempengaruhi
komposisi asam lemak dan juga senyawa fungsional dalam
minyak wijen. Teknik pengepresan dingin dapat meningkat-
kan kualitas minyak wijen yang dihasilkan (Handajani dkk.,
2006). Minyak wijen yang dihasilkan dari proses pengepre-
san dingin ini dikenal dengan nama virgin sesame oil (VSO).
VSO mempunyai potensi sebagai minyak kesehatan ka-
rena mengandung komponen omega-6 (35,5 – 49,5 %), ome-
ga-9 (37,5 – 45,4 %) dan beberapa komponen antioksidan
seperti vitamin E, karoten, dan komponen lignan (Handajani
dkk., 2006). 


Tanaman wijen 

Wijen (Sesamum indicum L. syn. Sesamum orientalis L.) adalah semak semusim yang termasuk dalam famili Pedaliaceae. Tanaman ini dibudidayakan sebagai sumber minyak nabati, yang dikenal sebagai minyak wijen, yang diperoleh dari ekstraksi bijinya. Afrika tropik diduga merupakan daerah asalnya, yang lalu tersebar ke timur hingga ke India dan Tiongkok. Di Afrika Barat ditemukan pula kerabatnya, S. ratiatum Schumach. dan S. alabum Thom., yang di sana dimanfaatkan daunnya sebagai lalap. S. ratiatum juga mengandung minyak, tetapi mengandung rasa pahit karena tercampur dengan saponin yang juga beracun.
Biji wijen mengandung 50-53% minyak nabati, 20% protein, 7-8% serat kasar, 15% residu bebas nitrogen, dan 4,5-6,5% abu. Minyak biji wijen kaya akan asam lemak tak jenuh, khususnya asam oleat (C18:1) dan asam linoleat (C18:2, Omega-6), 8-10% asam lemak jenuh, dan sama sekali tidak mengandung asam linolenat. Minyak biji wijen juga kaya akan Vitamin E. Ampas biji wijen (setelah diekstrak minyaknya) menjadi sumber protein dalam pakan ternak.

Manfaat wijen bisa diambil dalam bentuk minyak wijen. Minyak wijen akan menyebarkan bau wangi ketika dipanasi. Menambahkan aroma sekaligus citarasa gurih makanan. Terbukti minyak wijen bermanfaat untuk penanganan kanker payudara dan mengurangi kemungkinan terkena kanker perut. Minyak wijen sendiri memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang bagus bagi kesehatan. Asam lemak omega-6 yang terdapat pada minyak wijen akan meminimalisir penyakit kulit antara lain eksim. Namun karena kadarnya yang sangat besar maka harus diatur pemakaiannya.

Sedikit Paham Manfaat Wijen


Minyak wijen pun terkandung senyawa lignan yakni jenis fitoesterogen yang bisa menetralkan tensi darah. Namun tetap membatasi konsumsi minyak wijen, tidak melebihi 1 sdm setiap hari. Minyak dengan warna cokelat sedikit pekat ini diproduksi dari biji wijen yang terkenalgurih. Bila dikonsumsi dengan rutin maka bisa menghadirkan beberapa manfaat. Berikut beberapa manfaatnya :

1. Mengurangi kemungkinan terkena hipertensi

Suatu studi yang dilakukan dan mengikutsertakan 300 sukarelawan pengidap tekanan darah tinggi di New Delhi, India. Diperoleh bahwa grup yang cuma mengasup minyak wijen beserta minyak kulit beras diperoleh tekanan darah sistolik mereka rata-rata berkurang sampai 14 poin.

2. Obat bagi yang sering mabuk

Asupan minyak wijen terbukti dapat juga menyembuhkan akibat sampingan dari mabuk. Senyawa Sesamin yang terdapat pada biji wijen akan memfasilitasi kerja organ hati dengan mengurai unsur yang buruk dalam alkohol dan membuang racun yang bisa mengacaukan fungsi normal tubuh.

3. Mengendalikan kadar glukosa darah

Suatu penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Clinical Journal of Nutrition di tahun 2011 yang mengikutkan 60 penderita diabetes melitus tipe 2. Dikatakan bahwa asupan minyak wijen bisa memperbesar keampuhan obat diabetes dalam menetralkan kadar gula dalam darah.

4. Menjadikan kulit halus

Kandungan vitamin B dan vitamin E yang didapatkan dalam minyak wijen bisa berperan dalam mencegah kerusakan kulit serta menjadikan wajah makin berseri. Sejumlah hasil riset pun menjelaskan bahwa konsentrasi senyawa antikanker pada minyak wijen dapat menghadang serangan kanker kulit yang disebut melanoma.

5. Bagus untuk kesehatan organ pencernaan

Manfaat wijen berupa kadar seratnya yang besar akan menolong usus pada mekanisme pembuangan limbah hasil metabolisme.

6. Mampu meredakan rasa cemas

Wijen memiliki kandungan mineral yakni kalsium dan magnesium yang bermanfaat untuk menghalau stres. Biji-biji Wijen pun terkandung Thiamin sebagai vitamin penenang dan tryptophane yang memfasilitasi produksi serotonin yang berguna untuk meredakan rasa nyeri, memperbaiki mood dan menolong Anda agar bisa istirahat dengan pulas.

7. Menuntaskan gejala kurang darah


Biji-biji wijen hitam melimpah akan kandungan unsur besi, sehingga wijen sangat disarankan untuk dikonsumsi mereka yang mengalami gejala anemia dan tubuh yang lemah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar